Senin, 14 Mei 2012

Indonesia kembali berduka




Setelah beberapa bulan terakhir tidak pernah terjadi bencana, Indonesia kembali berduka dengan terjadinya peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang secara misterius. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu 9 Mei 2012. Pilot terakhir mengontak traffic control Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.00 WIB. Pesawat meminta ijin untuk menurunkan pesawat dari ketinggian 10.000 kaki ke ketinggian 6.000 kaki dan melaporkan pesawat sedang berada diwilayah Bogor, Jawa Barat.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat yang akan ditawarkan ke maskapai penerbangan Indonesia dan tengah melakukan tes terbang. Pesawat itu take off dari Bandara Halim Perdana Kusumah. Pesawat tersebut mengangkut 36 penumpang berkewarganegaraan Indonesia dan 8 warga negara Russia.

 
Keesokan harinya baru diketahui kalau pesawat naas tersebut jatuh dan hancur berkeping-keping disekitar Gunung Salak, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.






Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com di Bandar Udara Halim Perdanakusumah di terminal kedatangan, berikut daftar lengkap nama penumpang yang teregistrasi pihak bandara.
  1. Ahmad Fazal (Indo Asia)
  2. Insan Kamil (Indo Asia)
  3. Edward Edo M (Indo Asia)
  4. Ismie (TransTV)
  5. Aditya Sukardi (TransTV)
  6. Indra Halim (PT KAL)
  7. Riefyan S (PT KAL)
  8. Dody Aviantara (Majalah Angkasa)
  9. Yusuf (Majalah Angkasa)
  10. Femi (Bloomberg)
  11. Stephen Kamaci (Indo Asia)
  12. Kapt Aan (Kartika Air)
  13. Yusuf Ari Wibowo (Sky)
  14. Maria Marcella (Sky/Italia)
  15. Henny Stevani (Sky)
  16. Mai Syarah (Sky)
  17. Dewi Mutiara (Sky)
  18. Sussana Vamella (Sky/Italia)
  19. Nur Ilmawati (Sky)
  20. Rossy Withan (Sky)
  21. Anggi (Sky)
  22. Aditya (Sky)
  23. Kornel M Sihombing (DI)
  24. Edi Satriyo (Pelita Air)
  25. Darwin Pelawi (Pelita Air)
  26. Gatot Purwoko (Airfast)
  27. Budi Rizal (Putera Antha Dirgantara)
  28. Syafruddin (Carpedrem Mandiri)
  29. Peter Adler (Sriwijaya/AS)
  30. Herman Suladji (Air Maleo)
  31. Donardi Rahman (Aviastar)
  32. Arief Wahyudi (TR)
  33. Nam tran (Snecma/Perancis)
  34. Rully Sarmawan (Indo Asia)
  35. Suharso Monoarfa (Manhattan)
  36. Haidir Bachsin (PT Catur Daya Prima)
  37. Yalbloncev Sukhoi (Rusia)
  38. Kirkin
  39. Kocheikov
  40. Rakhimov
  41. Shvestov
  42. Martishenko
  43. Grebenshokov
  44. Kurzhupova
  45. Salim (Sky)
  46. Ade Arisanti
  47. Raymond Sukando
  48. Santi
  49. Edy Saryoko (Gatary)
  50. Ganis Arman Zuvianto (Indonesia Air Transport)
Hingga saat ini (Senin 14 mei 2012) pencarian terhadap korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 masih terus dilakukan. Berbagia upaya pencarian dilakukan tim SAR melalui jalan darat dan udara. Sulitnya medan dan seringnya cuaca berubah-ubah menyebabkan proses evakuasi ini berjalan lama. Evakuasi hanya dapat dilakukan dengan jalur darat karena cuaca tidak memungkinkan. Selain itu, pesawat berada di tebing dengan kemiringan hampir mencapai 85 derajat atau hampir tegak lurus. Jalan menuju lokasi juga sulit dilalui dengan tutupan hutan yang cukup lebat.

Rusia secara resmi membuka penyelidikan pidana untuk mencari apakah ada kesalahan dalam persiapan tur penerbangan promosi pesawat Sukhoi. Komite Investigasi akan menyelidiki prosedur persiapan para awak penerbangan dan kondisi teknis pesawat sebelum berangkat dari Rusia.

Komite akan meminta keterangan para personel teknik yang menyiapkan penerbangan itu dan para wakil dari perusahaan Sukhoi Civil Aircraft yang terlibat dalam pembuatan SSJ100 dan persiapan operasinya. Sebelumnya, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah membentuk komisi penyelidik khusus Pemerintah Rusia atas insiden tersebut. Komisi ini akan diketuai Deputi Menteri Perdagangan dan Industri Yury Slyusar dan beranggotakan para pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia dan United Aircraft Corporation (UAC), induk perusahaan Sukhoi.

Komite investigasi tersebut juga sedang mempertimbangkan kemungkinan mengirimkan satu tim penyelidik ke Indonesia untuk membantu penyelidikan yang dilakukan otoritas penegak hukum Indonesia.
Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta Dmitry Solodov mengatakan, tak satu pun anggota staf kedutaan yang berada di dalam pesawat itu.

Para pengamat penerbangan internasional mengatakan, pihak Sukhoi harus segera menjelaskan penyebab kecelakaan pesawatnya di Indonesia, apakah terkait kesalahan teknis pesawat atau karena faktor lain.

Tim SAR dari Basarnas yang di bantu oleh TNI,  Mapala dan juga tim dari Rusia masih terus melakukan penyisiran dilokasi jatuhnya pesawat guna mencari korban kecelakaan dan investigasi penyebab jatuhnya pesawat. Sampai saat ini tim SAR sudah mengirimkan 25 kantong jenazah ke Bandar Udara Halim Perdanakusuma, yang selanjutnya akan diidentifikasi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

 Mengutip berita yang diliput dalam kompas.com Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti S mengatakan, pesawat itu turun ke 6.000 kaki (1.829 meter) atas izin Air Traffic Control (ATC). ”ATC mengiyakan permintaan pilot Sukhoi,” kata Herry.

Permintaan dari pilot Sukhoi, hanya 12 menit setelah pesawat itu mengudara. ”Saya tidak tahu kenapa Sukhoi minta turun. Namun, Sukhoi itu tidak memilih terbang di Gunung Salak, tetapi di atas (bandara) Atang Sendjaja. Jadi seharusnya terbang 6.000 kaki itu tak masalah,” kata Herry.

Herry tidak bersedia menjawab pertanyaan apakah pesawat Sukhoi itu keluar jalur penerbangan, karena itu kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Terkait kelaikan terbang Sukhoi, Herry menjelaskan, tak ada masalah. ”Demo terbang untuk tujuan pemasaran ini juga telah mendapat izin dari Kementerian Luar Negeri, TNI, dan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Belakangan, diketahui pesawat hilang dari radar. ATC memasukkan Sukhoi ke status incerfa, sebuah keadaan di mana pesawat tidak bisa dikontak tapi belum diduga mengalami kecelakaan. Kontak terakhir ada di koordinat 6.43.08 Lintang Selatan dan 106.43.15 Bujur Timur. Pesawat itu ada di ketinggian: 6.200 kaki (1.890 meter).

Peristiwa ini tentunya menimbulkan kepedihan yang amat sangat mendalam bagi Indonesia dan khususnya bagi keluarga korban. Semoga seluruh korban dapat segera ditemukan dan di identifikasi dan semoga keluarga yag ditinggalkan diberi ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.









Kunjungi link berikut jika anda ingin membuat website untuk perusahaan anda. klik disini

3 komentar:

  1. Semoga kinerjanya diperbaiki dan perawatan pesawat-pesawat juga diperhatikan dengan teliti

    BalasHapus
  2. keamanan transportasi di Indo kayaknya kurang banget , perlu ada pembenahan sama ketelitian lebih tuh untuk mengurangi resiko seeperti itu lagi ... ^_^

    BalasHapus
  3. terlalu banyak kecelakaan di indonesia ... :3

    BalasHapus